Diduga miliki simpanan, Istri sah polisikan oknum Pejabat Pemkot Manado

by -6 views

Manado, aksaranews.com — Awal tahun 2021 Sulawesi Utara (Sulut) diwarnai dengan beberapa kasus perselingkuhan sehingga membuat jagad maya geger, salah satunya yang paling hot ialah yang dilakukan oleh salah satu pimpinan DPRD Provinsi Sulut.

Belum usai dengan itu, kali ini Sulawesi Utara terlebih khusus di Kota Manado kembali dibuat pusing dengan kasus perselingkuhan. Adalah oknum pejabat dilingkup Pemerintah kota (Pemkot) Manado yang terlibat kasus tak senonoh tersebut.

Lelaki AB (50-an) yang diketahui sebagai salah satu oknum pejabat dilingkup Pemerintahan Kota (Pemkot) Manado diadukan ke polisi oleh istrinya sendiri yakni perempuan bernama Yenny lantaran diduga melakukan aksi selingkuh.

Akibatnya pasangan suami istri ini terlibat cekcok rumah tangga hingga oknum pejabat itu melakukan aksi pemukulan terhadap korban.

Peristiwa tersebut itu terjadi pada hari Rabu (21/04/2021) lalu sekitar pukul 01:00 Wita di Kecamatan Tikala. Namun baru dilaporkan Senin (26/04/2021) siang.

Informasi yang dirangkum menurut data dan laporan pihak kepolisian, dimana menurut keterangan korban, pada saat itu korban yang diketahui seorang dokter sedang bersama dengan suaminya (Pelaku).

Beberapa saat korban melihat ada seorang perempuan yang menelpon di handphone milik suaminya, karena merasa penasaran korban kemudian mencoba bertanya kepada suaminya kalau siapa yang menelpon.

Tiba -tiba suaminya langsung memarahi korban, tanpa berpikir panjang, pelaku yang diketahui seorang Aperatur Sipil Negara (ASN) di kota Manado ini langsung memukul korban di bagian wajah sebelah kanan.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka di tangan kanan dan memar dibagian wajah bagian kanan.

Tidak terima dengan perbuatan suaminya itu, korban pun membawa kasus tersebut ke ranah hukum agar pelaku dapat diproses.

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Thommy Aruan, saat dikonfirmasi Rabu (28/04/2021) siang kemarin membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporannya sudah diterima dan sementara diproses oleh unit reskrim,” jelas Aruan