Pimpinan Ex Casabaio Hotel dan Luntungan cs Terancam Penjara karena Laporan Billy Rondonuwu

by -87 views

Likupang, Fakta88.com – Pimpinan manajemen eks Hotel Casabaio Paradise Golf and Resort Likupang dan pengelola proyek kelistrikan yakni Gardu Induk, PLTS, PLTMG terancam hukuman pidana. Ancaman pidana ini menyangkut penguasaan lahan milik almarhum Ruland Istefanus Mantiri (Rulman) yang sudah diwariskan kepada istri sah Zaenab Mantiri Rizieq sebagai executor testamentair (pelaksana wasiat).

Billy Alexander Rondonuwu memidanakan semua perusahaan itu ke Polda Sulawesi Utara karena menguasai tanah Rulman ratusan hektar.

Selain korporasi, Billy juga menyeret Noldy Luntungan, Poppie Unggu Watulingas dan ahli waris Wellem Mantiri pun sejumlah pihak yang terlibat dalam penjualan tanah Rulman.

Tak mau kasus ini tersendat, Billy membeberkan semua bukti dan alas hak kepemilikan tanah yang asli di penyidik Polda Sulut.

“Saya memasukan semua dokumen alas hak kepemilikan tanah yang asli. Bukan yang palsu,” tegas Billy kepada Fakta88.com, Selasa (4/5/2021), di Likupang, Minut.

Ia yakin, penguasaan lahan oleh eks Hotel Casabaio Paradise Golf and Resort Likupang, Noldy Luntungan, dan Poppie Unggu Watulingas bersama rekan-rekannya adalah perbuatan melawan hukum.

“Soal laporan yang saya ajukan ke Polda Sulut, itu sementara berproses. Saya meyakini Kapolda dan Wakapolda Sulut bersama jajarannya, pastinya akan tetap memprioritaskan pemberantasan mafia tanah di Sulut, sekalipun ada beberapa para mafia tanah yang terindikasi bersembunyi dibalik sang penguasa,” jelas Billy, pria yang dikenal sebagai penerima kuasa ribuan hektar yang terletak di daerah strategis KEK Likupang.

Sementara itu, informasi dari beberapa saksi yang diperiksa penyidik Reskrim Umum Polda Sulut, semuanya tidak membantah klaim pihak yang bukan ahli waris Rulman. Sebaliknya saksi membenarkan tanah yang telah dimanfaatkan para terlapor, adalah obyek tanah pasini milik Rulman. Tanah itu sudah diwasiatkan kepada istri Rulman yakni Zaenab Mantiri Rizieq. Saksi mengaku bahwa tua-tua kampung juga mengetahui secara jelas, terang, dan sejujur-jujurnya.

“Saya adalah keturunan asli Dotu Wangania, yang mulai dari lahir sampai saat ini tinggal menetap di Desa Maen/Wineru Likupang Timur, Minut. Saya pun membenarkan bahwa kepemilikan tanah Dotu Wangania itu sudah dijual, dan telah menjadi kepemilikan almarhum Ruland Istefanus Mantiri. Surat penjualannya, ada pada Billy. Sebagian besar yang mengawal perjuangan Billy Rondonuwu saat ini, pun juga dari keturunan Dotu Wangania yang asli,” jelas Rommy Moniaga, putra almarhum Wangania Moniaga, keturunan asli Dotu Wangania.

Penegasan yang sama datang dari tua-tua kampung Desa Maen.

“Desa Wineru adalah pemekaran dari Desa Maen. Selaku tua-tua kampung Desa Maen, saya siap memberikan keterangan secara jelas dan sejujur-jujurnya,” ungkap Syariffudin Pamatua, yang dikenal selain sebagai tua-tua kampung, pun juga sebagai mantan pemerintah Desa Maen.

“Perjuangan Poppie Unggu Watulingas dan Vitha Olivia Diets, itu pernah saya kawal. Jadi saya tahu sejauh mana kekuatan dokumennya mereka untuk melakukan upaya pengakuan hak atas tanah. Poppie Unggu Watulingas dan Vitha Olivia Diets adalah bukan keluarga Mantiri yang berhak atas tanah-tanah keluarga Mantiri yang terletak di wilayah Kecamatan Likupang Timur (Minut). Mereka hanya memegang fotocopy surat, yang diperoleh dari keluarga alm. Ruland Istefanus Mantiri,” terang Jonly Nelwan didampingi Alter Lalelorang yang dibenarkan tua-tua kampung setempat.

“Sulawesi Utara secara khususnya Likupang Timur harus bebas dan bersih dari mafia tanah. Saya berharap, Baik pemerintah maupun investor tidak terjebak dengan permainannya mafia tanah,” tutup Billy.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments