30 Tahun Berdiri, Sanggar Bapontar Populerkan Budaya Sulut di Istana Negara dan Luar Negeri

by -52 views

Jakarta, Fakta88.com – Nama komunitas Sanggar Bapontar makin populer di Istana Negara, Jakarta. Adalah Beybi Sumanti, putri asal Tondano, Sulawesi Utara yang memimpin dan membuat sanggar itu makin populer. Sanggar ini kerap diberi kepercayaan menjadi pementas di acara makan malam tamu negara di Istana Kepresidenan Indonesia. Juga beberapa kali menjadi pementas di HUT Republik Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta.

Komunitas ini memiliki sekitar 150 orang. Mereka melakukan aneka kegiatan seni tarian dan musik yang berasal dari Minahasa. Sanggar Bapontar memiliki kelompok musik Kolintang Minahasa dan tarian Minahasa yang disebut Maengket, Katrili dan Kabasaran. Tarian yang paling eksis adalah Kabasaran. Tarian perang suku Minahasa.

Sanggar Bapontar makin harum saat mengikuti event Internasional yaitu seremoni pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Terdapat 200 peserta beraksi melalui tarian Kabasaran.

Beiby mengatakan, Sanggar Bapontar sudah melakukan pertunjukan seni dalam negeri dan luar negeri. “Pernah meraih juara musik Kolintang dan dua buah sertifikat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI),” kata Beiby, Selasa (18/5/2021), di Jakarta.

Hendra Rumondor, salah satu personil tarian Kabasaran mengatakan, dirinya pertama kali tertarik dengan tarian Kabasaran karena dia melihat di siaran TV swasta Hitam Putih. Ia kemudian dia datang ke Sanggar Bapontar dan sampai sekarang menjadi personil tarian Kabasaran Minahasa di Sanggar Bapontar.

Pria yang akrab disapa Enda ini berharap, anak-anak muda tidak gengsi melestarikan adat dan budaya Minahasa. ”Terlebih untuk tarian Kabasaran, Maengket, Katrili dan Musik Kolintang,” ujar Enda.

Adapun mengenai kegiatan rutin di Jakarta, sampai saat ini Sanggar Bapontar belum mendapat perhatian dari pemerintah Sulut. “Kami sudah cukup maksimal mengangkap budaya Sulut di pentas nasional dan internasional,” tutur Enda

Jodi Cross Ante, Ketua Tim Manguni 86 mengatakan, Sanggar Bapontar ini adalah sanggar seni budaya di bawah binaan Beybi Sumanti.

“Sanggar Bapontar ini bukan hanya tempat perkumpulan anak-anak muda kreatif tapi wahaha penyaluran bakat. Sanggar ini sudah berdiri di Jakarta hampir 30 tahun,” kata Jodi.

Ia berharap, Pemprov Sulut memperhatikan sanggar-sanggar seni dan budaya, karena banyak anak yang muda yang mencintai seni dan budaya tapi sulit menemukan wahana yang memadai.

“Pemprov Sulut harus lebih optimal mendorong sanggar-sanggar seni dan budaya. Memberikan fasilitas yang cukup agar anak muda bisa eksplorasi budaya ke pentas dunia,” imbuh Jodi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments