Pemkab Kutuk Pembunuhan Anak Gadis di Desa Koha, Bupati ROR: Aparat Tindak Tegas Pelakunya!

by -49 views


Minahasa, KOMENTAR.ID–Kasus pembunuhan dan dugaan perkosaan terhadap anak gadis MS, betusia 12 tahun di Desa Koha Barat Kecamatan Mandolang menghebohkan warga Minahasa.

Bupati Dr Ir Royke Octavian Roring MSi dan Wakil Bupati Dr Robby Dondokambey MM (ROR-RD) sangat prihatin dengan peristiwa yang merenggut nyawa korban.

“Tentu saya pertama mengutuk perbuatan tersebut dan minta aparat menindak tegas siapapun oknum yang berbuat,” tegas Bupati ROR melalui Whatsapp, Sabtu (22/05/2021).

Menurut Bupati ROR, aksi tersebut sangat melukai masyarakat Minahasa, apalagi yang menjadi korban adalah seorang anak.

“Kepada orangtua serta keluarga, saya dan Pak Wabup dan seluruh jajaran Pemkab Minahasa, atas nama pemerintah dan rakyat Kabupaten Minahasa serta keluarga, menyampaikan keprihatinan yang dalam dan sangat berdukacita atas kejadian tersebut dan meninggalnya anak terkasih. Kiranya TUHAN YESUS KRISTUS menguatkan dan nenganugerahkan penghiburan kepada keluarga. Terima kasih,” tulis Bupati ROR melalui WhatsApp.

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, korban MS ditemukan tewas dalam karung di perkebunan Karumama, Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Kamis (20/05/2021) malam atau Jumat dini hari, bagian lehernya patah.

Dugaan sementara, korban terlebih dahulu diperkosa sebelum dibunuh. Ayah korban, Eddy Sulu (51) mengatakan, anak gadisnya ke luar rumah pada Selasa (18/5/2021) pukul 18.00 WITA.

Kakak Korban AS (17) sempat bertemu adiknya sedang bermain di jalan bersama teman-temannya. Dia kemudian menyuruh adiknya pulang.

“Sewaktu disuruh pulang, dia belum mau dan masih ingin bermain karena belum terlalu malam,” ujar Eddy, Jumat (21/5/2021).

Namun, setelah kembali dari ibadah korban ternyata belum pulang. Mereka pun langsung mencari tapi tak kunjung ditemukan.

Rabu, pihak keluarga dibantu aparat desa melakukan pencarian. Diback-up Polsek Pineleng di bawah komando Kapolsek Iptu Marudut Pasaribu, korban masih belum ditemukan sampai Kamis (20/5/2021)jelang malam.

Hingga akhirnya pada Jumat (21/5/2021) pukul 01.00 Wita, korban ditemukan di perkebunan Karumama di dalam kondisi mengenaskan. Korban pertama kali ditemukan Andi Tumewu (32), Rijel Runtulalo (27) dan Hendri Wendertey (57).

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufiq Arifin mengatakan, ada sembilan orang lainnya yang ikut mencari korban pada malah hari. Mereka berpencar dan memasuki perkebunan Karumama.

“Setelah beberapa menit, saksi melihat karung berwarna putih ditutupi dengan karung warna tua tepatnya di bawah pohon pala. Kemudian saksi mendekati karung dan berteriak dengan maksud memanggil teman lain supaya mendekat dan melihat sama-sama,” katanya.

Saksi Rijel Runtulalo kemudian membuka karung tersebut karena penasaran. Setelah dibuka, dia melihat kaki korban dan berteriak memanggil rekannya. Kemudian mereka melapor ke Hukum Tua Desa Koha Barat Antonius Sulu.

Tim Inafis Polda Sulut kemudian datang ke lokasi pukul 05.00 Wita. Jenazah korban selanjutnya dibawa menuju RS Bhayangkara Manado untuk kepentingan autopsi.

Sementara itu, menurut penuturan warga setempat oknum lelaki diduga berinisial FK alias Fer warga Koha Timur pada malam kejadian membonceng korban untuk pulang.

“Ada yang sempat melihat korban dibonceng lelaki itu. Hanya saja, saat ditanya dia menjawab menurunkan korban di lorong menuju rumahnya,” ujar sumber, warga Koha yang meminta namanya tak dipublis.

Tapi, anehnya saat korban ditemukan kata sumber oknum FK tiba-tiba menghilang dan belum diketahui entah ke mana.

“Menurut warga yang menemukan jenazah korban, kondisinya belum berbau. Kemungkinan dianiaya dan dibunuh pada Kamis,” tukasnya.

Sejauh ini pihak kepolisian sedang mengembangkan penyelidikan. Namun identiasnya sudah dika tongi. Hingga berita ini diturunkan tersangka pelaku dalam pengejaran

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments