Pencarian Nelayan Asal Buhias Sitaro Dihentikan, Keluarga Korban Ikhlas

by -54 views

METRO, Sitaro- Upaya pencarian terhadap Wilter Lahansang (58), nelayan asal Kampung Buhias Lindongan II, Kecamatan Siau Timur Selatan (Sitimsel) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang hilang pada pekan lalu saat melaut dihentikan, Kamis (27/05/2021).

Hal ini sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas. Di mana jika korban belum ditemukan dalam waktu tujuh hari sejak laporan diterima, maka proses pencarian dihentikan. Komandan Pos SAR Tahuna, Steven Lumowa menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya sejak hari pertama pencarian.
Mulai dari penyisiran di titik hilangnya korban, di lokasi penemuan perahu milik korban hingga penyisiran di daerah pesisir.

“Termasuk kawasan pesisir di pulau-pulau yang ada di sekitar Buhias maupun sepanjang pantai di beberapa desa di Kecamatan Siau Barat Selatan,” kata Lumowa, Jumat (28/05). Dari pencarian yang berlangsung selama tujuh hari ini, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur Pos SAR Tahuna, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, TNI dan Polri, masyarakat serta keluarga korban belum menemukan tanda apapun dari korban. “Berdasarkan petunjuk satelit dari kantor kami.

Arus mengarah ke perairan laut halmahera,” ungkap Lumowa. Meski operasi pencarian telah dihentikan, namun Pos SAR Tahuna tetap melakukan upaya pemantauan dengan cara berkoordinasi bersama semua potensi SAR yang ada di seluruh wilayah.

“Kita ganti metode pencarian dengan cara pemantauan melibatkan semua unsur terkait. Ketika ada informasi atau perkembangan terkait korban yang hilang ini, pihaknya akan bergerak,” terang Lumowa. Dia menambahkan, sebelum kembali ke Tahuna, pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga korban yang ada di Kampung Buhias. Di mana pihak keluarga telah mengikhlaskan peristiwa hilangnya Wilter Lahansang. “Keluarga telah iklas dan menyampaikan terima kasih kepada tim yang tergabung dalam SAR Gabungan,” kunci Lumowa.

Sebelumnya, Wilter Lahansang (58) turun melaut bersama sejumlah rekannya pada Jumat 22 Mei 2021 sekitar pukul 02.00 Wita dini hari. Mereka mencari ikan di perairan laut antara Pulau Makalehi dan Pulau Tagulandang. Berselang beberapa saat ketika mereka sedang berada di salah satu rakit, cuaca buruk berupa angin kencang disertai gelombang datang secara tiba-tiba. Wilter dan rekan-rekannya pun berupaya menyelamatkan diri dari terjangan cuaca ekstrem. Namun hingga Jumat sore, Wilter tak kunjung tiba di Kampung Buhias. Sesama nelayan dan keluarga korban pun langsung melakukan pencarian hingga pada keesokan hari, tepatnya Sabtu pagi, masyarakat dan keluarga menemukan perahu korban dalam kondisi tenggelam

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments